Rabu, 15 Agustus 2018

Your Attitude Defines Altitude


By : TNC

Salah satu bentuk keprihatinan pada dunia penerbangan nasional sebagai wujud kecintaan pada wilayah tanah, air dan UDARA Indonesia.

    Perkembangan dunia penerbangan bergerak sangat cepat sebagai moda transportasi yang menghubungkan satu kota menuju kota lain. Hal ini bisa dilihat dari menjamurnya maskapai penerbangan di Indonesia dengan berbagai jargon dan visi. Perubahan image bahwa penerbangan hanya didominasi oleh kalangan ekonomi menengah keatas telah sirna dengan adanya konsep low cost carrier yang membuahkan trend everybody can fly. Sesuai dengan prinsip ekonomi bahwa peningkatan demand akan berdampak langsung pada peningkatan supply nampaknya tidak bisa dinafikkan lagi dalam bisnis penerbangan. Hal menonjol yang terkait dengan tema yang akan diulas oleh penulis adalah bagaimana fenomena yang terjadi dalam peningkatan aspek sumber daya manusia pilot penerbangan sipil sampai dengan saat ini.
      Dalam sebuah misi penerbangan, penulis sangat tergelitik dan merasakan hal yang kurang nyaman akhir-akhir ini dengan attitude para pilot selama tugas penerbangan khususnya dalam etika berkomunikasi antar pesawat dan petugas ATC (Air traffic Controller). Dimana secara mendasar bila kita analisa kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh kualitas attitude para pilot. Melekat sekali dalam ingatan saya bagaimana indoktrinasi nilai yang diberikan oleh salah satu senior saya bahwa perubahan pada pesawat terbang diawali oleh perubahan attitude yang direpresentasikan oleh AH (Artificial Horizon) dan akhirnya akan berdampak pada ketinggian pesawat yang ingin dicapai. Hal serupa dengan analogi bahwa attitude kita akan sangat menentukan seberapa tinggi kualitas kita dalam berprofesi.

Komunikasi Penerbangan Yang Tidak Berkelas

       Tidak ada satupun Flying School di dunia ini yang tidak mengajarkan tentang konsep airmanship yang di dalamnya melekat aspek attitude dasar perilaku seorang pilot dan kepatuhan akan segala aturan. Beberapa kali yang penulis temui dalam komunikasi penerbangan selama tugas  penerbangan adanya kecenderungan bentuk komunikasi yang kurang nyaman dan tidak pada tempatnya. Beberapa contoh kasus yang bisa kita jumpai diantaranya adalah :
  • Complain diatas. Pada saat instruksi ATC dirasa tidak sesuai dengan apa yang direncakan oleh pilot, tidak jarang melaksanakan complain cash and carry di saat penerbangan sedang berlangsung.
  • Celoteh dan clometan. Terkadang di jalur penerbangan yang tidak terlalu crowded atau pada saat bertemu pilot yang memiliki kedekatan emosianal komunikasi antara pilot menjadi sebuah obrolan bercandaan dan saling berceloteh. Hal ini terkadang membuat pihak lain tidak nyaman dan dapat menjadi distraction bahkan menuju ke kondisi penurunan kewaspadaan crew.


Komunikasi Penerbangan Yang Berkelas
       Sesuai dengan aturan penerbangan bahwa komunikasi antara pilot dan ATC diatur dalam Anexxe 10 ICAO. Pengaturan komunikasi dalam kondisi normal, abnormal maupun dalam kondisi Emergency telah diatur dengan sangat jelas. Aturan ketentuan yang menjadi keharusan juga telah diatur dalam dokumen tersebut. Sehingga kemampuan komunikasi sesuai dengan aturan tersebut menjadi salah satu indicator tingkat kualitas seorang pilot. Apabila yang bersangkutan paham dan melewati fase ground school komunikasi penerbangan dengan baik, maka tidak akan terjadi kegaduhan yang tidak bermutu di jalur komunikasi yang ada.

Tips dalam berkomunikasi
  •  Kesampingkan Ego. Baik pilot maupun ATC controller adalah kelompok orang-orang yang bekerja pada bidang kerja yang memiliki tingkat stress yang tinggi. High risk and high responsibility. Bekerja pada Analisa yang bermain pada hitungan second dalam pengambilan keputusan. Sehingga hal ini terkadang membuat masing-masing pihak berkomunikasi dengan ketus dan terkadang merasa superior terhadap pihak lain. Ingat kita bekerja pada sebuah system yang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Tugas akan terlaksana dengan optimal apabila ada rasa saling membutuhkan dan menghormati.
  •  Gunakan terminology phrase standard. Penggunaan terminologi penerbangan yang tidak standard terkadang membuat potensi emosi baik sesama pilot maupun petugas ATC. Persepsi dan asumsi dapat ditimbulkan apabila kita berkomunikasi tanpa bertatap muka secara langsung. Mungkin bermaksud bercanda, konfirmasi, menenangkan namun bisa diartikan sebuah tindakan unrespected and humiliating.
  •  Stress Management.  Ketenangan didefinisikan sebagai kemampuan diri dalam menyembunyikan rasa takut. Pada dasarnya tidak ada satupun manusia yang fearless.  Aturlah rasa stress anda dengan mengggunakan prinsip CRM (Crew resource management) secara optimal dengan sesama crew. Daripada anda menghabiskan energi melepaskan stress dengan membuat komunikasi yang tidak berkelas maka akan lebih bermanfaat untuk menggunakan sumber daya crew secara optimal dalam problem solving. Baru setelah landing dengan safe, gunakan fasilitas complain di briefing office.
  •   Be Humble and professionalHilangkan anggapan seorang pilot adalah orang paling hebat karena sejatinya mereka nothing without anybody else. ATC personel adalah comrade setia yang telah terbukti loyal kepada kita sampai dengan saat ini. Menjadi professional adalah mengembalikan segala sesuatu tindakan sesuai dengan procedure komunikasi yang telah diatur oleh ketentuan aturan Nasional maupun Internasional. Bukan sebaliknya yang menumpahkan kekesalan kepada petugas ATC dengan komunikasi yang tidak berkelas. Complain sampai dengan terkadang bicara kasar pun masih sering terdengar selama penerbangan. Tanpa mencoba menunjuk hidung, mari kita bersama berusaha untuk intropeksi diri dan berbenah diri menuju kondisi fresh healthy and comfort communication alias jangan  marah- marah diatas.

Final thought
        Pada akhirnya sampailah kita pada sebuah perenungan bahwa cara kita bersikap, bertutur kata dan berpola sikap akan menentukan seberapa tinggi capaian yang dapat kita capai. Kualitas kita sangat ditentukan oleh sikap (attitude) yang melekat pada diri kita. Semoga dengan pemahaman ini kita mampu mewujudkan nuansa dan kualitas komunikasi penerbangan di dirgantara Indonesia menjadi berkelas dan disegani dunia penerbangan Internasional.

Sabtu, 16 Juli 2016


RESENSI BUKU THE NEXT 100 YEARS
Oleh: TNC
 

Judul Buku  : The Next 100 Years

Pengarang   : G. Friedman

Tahun Terbit : 2009

ISBN            : 0-385-51705-X

Negara         : Amerika Serikat

 Tinjauan Umum.

George Friedman di Stratfor adalah salah satu analis di dunia geopolitik. Hal ini karena ia mencoba untuk melihat dunia berdasarkan perspektif  ideologisasi neoliberal dan akhir sejarah dari paham triumfalisme. Buku “The Next 100 Years” adalah prediksi tentang 100 tahun ke depan, atau lebih khusus, interaksi antara tren teknologi, demografi dan dinamika geopolitik yang akan membentuk abad kedua puluh satu.

Friedman memprediksi bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi negara adidaya yang mendominasi sepanjang abad ke-21. Hal tersebut akan diikuti dengan upaya-upaya kekuatan dunia lain untuk menandingi dominasi negara Amerika. Meskipun buku ini menjelaskan tentang perkembangan prediksi geopolitik dan perang, namun buku ini juga membuat beberapa prediksi mengenai bidang ekonomi, sosial, dan teknologi untuk abad ke-21.

Prediksi Tentang Terjadinya Second Cold War

Pada tahun 2010, konflik antara AS dan fundamentalis Islam diprediksi akan mereda dan Perang Dingin kedua antara Amerika Serikat dan Rusia akan berlangsung meskipun tidak berlangsung lama seperti perang dingin yang pertama. Hal tersebut akan ditandai dengan upaya Rusia untuk memperluas lingkungan pengaruhnya ke Eropa Tengah dan Timur, ditambah dengan upaya pengembangan kemampuan militer Rusia. Selama periode ini, militer Rusia akan menimbulkan tantangan regional untuk Amerika Serikat. Amerika Serikat akan menjadi sekutu dekat beberapa negara Eropa Tengah dan Timur, yang semuanya bertujuan untuk menolak ancaman geopolitik Rusia selama periode tersebut. Friedman berspekulasi dalam buku tersebut, bahwa Amerika Serikat mungkin akan menjadi sekutu dekat beberapa negara Eropa Timur yaitu Polandia, Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, dan Rumania. Pernyataan tersebut dikuatkan dengan prediksi bahwa sekitar tahun 2015, aliansi militer Polandia yang dipimpin oleh negara-negara di Eropa Timur akan mulai terbentuk, yang dalam buku tersebut disebut sebagai "Polandia Blok."

Perpecahan Yang Terjadi Pada Masyarakat Rusia dan Cina

Pada awal tahun 2020, Perang Dingin yang dijelaskan dalam bab sebelumnya akan berakhir ketika tekanan ekonomi dan politik di dalam negara Rusia yang disertai oleh menurunnya populasi Rusia, memburuknya infrastruktur yang menyebabkan  pemerintah Federal Rusia benar-benar runtuh, seperti kejadian bubarnya Uni Soviet. Hal tersebut akan diikuti dengan adanya perpecahan pada Negara-negara bekas Uni Soviet lainnya.

Pada saat tersebut, Cina daratan (RRC) akan mengalami perpecahan politik dan budaya juga. Buku ini menegaskan bahwa perkembangan ekonomi yang pesat dari China sejak tahun 1980 akan menyebabkan tekanan internal dan ketidaksetaraan dalam masyarakat Cina. Ketegangan regional di RRC akan tumbuh antara daerah pesisir makmur dan masyarakat miskin pedalaman yang menghasilkan fragmentasi wilayah negara. Meskipun China secara resmi akan tetap bersatu, pemerintah pusat secara bertahap akan kehilangan banyak kekuatan yang disebabkan oleh hak otonom tiap tiap propinsi.

Pada tahun 2020, runtuhnya pemerintah Rusia dan fragmentasi Cina daratan akan meninggalkan Eurasia dalam kondisi kekacauan. Oleh sebab itu, kekuatan lain akan memasuki babak baru atau membangun lingkungan yang berpengaruh di daerah. Hal tersebut diprediksi menyebabkan para pemimpin daerah akan memisahkan diri. Beberapa prediksi lain yang disampaikan adalah Finlandia akan mencaplok Karelia, Rumania akan mencaplok Moldova, Tibet akan mendapatkan kemerdekaan dengan bantuan dari India, Taiwan akan memperluas pengaruhnya ke Cina, sementara Inggris, Amerika, kekuatan Eropa, dan Jepang akan kembali menciptakan pengaruh di Cina daratan.

Bangkitnya Kekuatan – kekuatan baru

Pada tahun 2020 dan 2030, tiga kekuatan utama akan muncul di Eurasia: Turki, Polandia, dan Jepang. Turki yang pada awalnya didukung oleh Amerika Serikat, akan memperluas lingkup pengaruh dan menjadi kekuatan regional, sebanyak itu pada masa Kekaisaran Ottoman. Pengaruh di lingkungan Turki akan berdampak pada  dunia Arab, yang akan semakin terfragmentasi dan negara  Rusia serta negara-negara bekas Uni Soviet lainnya. Israel akan terus menjadi bangsa yang kuat dan akan menjadi satu-satunya negara di wilayah yang berada di luar lingkup Turki. Namun, Israel akan dipaksa untuk datang ke Turki karena kekuatan militer dan politik Turki.

Sementara itu, Jepang akan memperluas pengaruh ekonomi terhadap wilayah pesisir Cina, Rusia Timur Jauh, dan banyak Kepulauan Pasifik. Friedman memprediksi bahwa Jepang akan mengubah kebijakan luar negeri selama periode tersebut, menjadi lebih agresif dalam hal geopolitik, dengan meningkatkan kemampuan militer. Friedman memprediksi bahwa Jepang akan membangun kekuatan militer yang mampu memproyeksikan kekuatan regional di Asia Timur selama ini. Selain itu, Polandia juga akan terus memimpin aliansi militer, dengan  "Polandia Blok." Polandia dan sekutunya akan menjadi kekuatan utama, seperti saat Persemakmuran Polandia-Lithuania. Sekarang memiliki kekuatan militer yang cukup besar, Polandia akan memperluas pengaruh ekonomi ke dalam apa yang sebelumnya Eropa Rusia, dan akan mulai bersaing dengan Turki untuk pengaruh di wilayah ekonomi penting dari Lembah Sungai Volga. Pada saat ini, program ruang untuk penggunaan militer akan mulai muncul, dan Jepang dan Turki akan semakin mulai mengembangkan kemampuan militer di ruang angkasa.

 Ketegangan Dalam Pembangunan Kekuatan

Pada awal periode ini, Amerika Serikat akan bersekutu dengan semua ketiga kekuatan. Pada tahun 2020, Amerika Serikat akan bersekutu dengan Turki dan Jepang selama lebih dari 75 tahun. Namun, pada tahun-tahun setelah berakhirnya Perang Dingin Kedua dan runtuhnya Rusia, Amerika Serikat secara bertahap akan menjadi gelisah karena Turki dan Jepang memperluas kekuatan militer dan pengaruh ekonomi mereka. Pembangunan negara, Turki dan Jepang akan mulai mengancam kepentingan Amerika. Pertumbuhan kekuatan angkatan laut Turki dan Jepang, dan kegiatan militer mereka di ruang angkasa akan sangat mengganggu ke Amerika Serikat. Jepang dan Turki, memiliki minat yang sama, yaitu pembentukan aliansi dalam waktu dekat ini. Dalam rangka upaya untuk melawan kekuatan global yang luar biasa dari Amerika Serikat. Buku ini juga berspekulasi bahwa Jerman dan Meksiko mungkin dapat bergabung dalam koalisi anti-Amerika Serikat ini, meskipun umumnya tidak mungkin. Dalam konfrontasi mendatang, Amerika Serikat akan bersekutu dengan "Blok Polandia" mungkin dengan China restabilized, India, Korea bersatu, dan Inggris. Pada tahun 2040, akan ada ketegangan global dan persaingan antara dua aliansi tersebut.

 Prediksi Perang Dunia III

Pada pertengahan abad ke-21, sekitar tahun 2050, Perang Dunia Ketiga akan berlangsung, antara Amerika Serikat, "Polandia Blok," Inggris, India, dan Cina di satu sisi, dan Turki dan Jepang di sisi lain, dengan Jerman dan Perancis memasuki perang di tahap akhir pada sisi Turki dan Jepang. Menurut buku, perang mungkin akan dimulai oleh serangan menyelinap Turki-Jepang terkoordinasi terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Dalam buku itu, Friedman memprediksi bahwa serangan itu akan berlangsung pada waktu di mana Amerika akan diambil benar-benar lengah, dan hipotesis 05:00 pada tanggal 24 November 2050 (Hari Thanksgiving) sebagai waktu potensial.

Pemogokan awal Turki-Jepang aliansi akan melumpuhkan kemampuan militer dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Aliansi Turki-Jepang kemudian akan mencoba untuk melakukan perundingan, menuntut Amerika Serikat menerima status Turki-Jepang aliansi sebagai sesama negara adidaya. Namun, Amerika Serikat akan menolak syarat dan pergi berperang, menolak untuk menerima hegemoni Turki dan Jepang lebih Eurasia. Aliansi Turki-Jepang awalnya akan memiliki keunggulan militer setelah melumpuhkan militer Amerika Serikat selama serangan pertama. Namun, seperti perang berlangsung, keseimbangan kekuasaan akan mulai bergeser seperti Amerika Serikat membangun kembali dan meningkatkan kemampuan militernya, dan pelopor penggunaan teknologi militer baru. Perang akhirnya akan berakhir dengan kemenangan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
Kondisi Pasca Perang

Setelah perang, Amerika Serikat akan menikmati booming pasca-perang baru yang akan dimulai pada 2050 yaitu pada 2060. Ledakan ekonomi akan datang sebagai hasil dari pengeluaran pertahanan meningkat yang mengarah pada pengembangan teknologi baru, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang dramatis dan meningkatkan pengaruh Amerika di seluruh dunia. Amerika Serikat akan terus menjadi militer dan politik yang dominan di seluruh dunia, dan juga akan memperkuat hegemoninya atas ruang. Secara khusus, AS akan bekerja untuk menjaga kekuatan lain dari mengembangkan kemampuan militer di ruang angkasa. Sementara itu, Turki akan mempertahankan sebagian besar lingkup pengaruhnya, meskipun secara de facto kerajaan akan menjadi semakin bergolak akibat kekalahan, sementara Jepang akan kehilangan peran pengaruh. Di bawah perjanjian yang didikte oleh  AS berakhirlah Perang Dunia III, pembatasan militer akan dikenakan pada Jepang dan Turki, meskipun dalam praktiknya mereka akan memiliki kekuatan hukum dan "hanya sebuah penghinaan beralasan bagi pemenang yang menikmati pemaksaan terhadap  yang kalah". Sementara itu, kekuatan Polandia akan tumbuh berkembang karena perluasan Blok Polandia sebagai akibat dari perang. Meskipun infrastruktur dan ekonomi akan hancur, dan meski telah menderita korban sangat berat, Polandia akan mengeksploitasi Blok Polandia untuk meningkatkan pengaruh guna membangun kembali ekonominya. Amerika Serikat akan mulai melihat kekuatan Blok Polandia tumbuh sebagai ancaman potensial pada masa yang akan datang. Dalam rangka mencegah hegemoni Polandia di Eropa, Amerika Serikat akan bersekutu dengan mantan musuh Turki, serta Inggris, untuk mencegah Polandia mendominasi Eropa, dan akan mencegah Polandia atas penggunaan ruang untuk tujuan militer.

 Potensi Konflik AS-Meksiko

Menurut buku ini, Amerika Utara akan tetap menjadi pusat gravitasi bagi sistem ekonomi dan politik global untuk setidaknya beberapa abad setelah abad ke-21. Namun demikian, hal ini tidak menjamin bahwa Amerika Serikat akan selalu mendominasi Amerika Utara. Dalam dekade setelah perang, mulai di tahun 2070, ketegangan antara Meksiko dan Amerika Serikat akan naik. Pada saat ini, setelah beberapa dekade, terjadi imigrasi besar-besaran. Banyak bagian Amerika Serikat, terutama Barat Selatan, akan menjadi didominasi etnis, budaya, dan sosial Meksiko. Selama periode ini, banyak orang Meksiko etnis yang tinggal di Barat Amerika Serikat, terutama mereka yang tinggal di Meksiko Penyerahan, akan semakin menghindari asimilasi ke dalam budaya Amerika, karena fakta bahwa mereka akan hidup di wilayah yang didominasi Meksiko, serta dekat Meksiko. Perubahan demografi menjadi ireversibel. Sebagian besar warga Meksiko di bagian barat daya AS  akan diidentifikasi sebagai warga Meksiko daripada warga Amerika. Hal tersebut diikuti dengan kesetiaan nasional terhadap Meksiko. Selama periode ini, Meksiko akan mengalami pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang cukup besar. Pada akhir abad ke-21, kekuatan militer dan ekonomi Meksiko akan berkembang pesat, dan itu akan menjadi posisi untuk menantang Amerika Serikat dalam rangka mendominasi Amerika Utara. Selain pemberontakan separatis oleh Meksiko, politik, budaya, dan ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Meksiko akan naik, dan menghasilkan konfrontasi besar-besaran. Krisis antara Amerika Serikat dan Meksiko akan terjadi semakin panjang karena Amerika Serikat tidak akan dapat menyelesaikan melalui penggunaan kekuatan militer. Sebagian besar dunia, waspada terhadap dominasi Amerika, dengan diam-diam menharap untuk kemenangan Meksiko, terutama Polandia dan Brasil. Prediksi akhir Friedman menyatakan bahwa konflik akan terus berlanjut sampai dengan abad ke-22.

Tehnologi Surya berdasar ruang angkasa sebagai pengganti  hydrocarbons.

Di antara prediksi teknologi yang disampaikan dalam buku ini adalah pengembangan pesawat hipersonik dan rudal, teknologi berbasis ruang baru yang akan mendorong perkembangan pangkalan militer di bulan dan berawak platform mengorbit militer (disebut dalam buku itu sebagai "Pertempuran Bintang-bintang") , dan lapis baja setelan pertempuran robot untuk infanteri yang berjalan dengan tenaga surya. Selain itu, bumi masa depan akan didukung oleh energi surya yang dikumpulkan dari satelit energi ke dalam bentuk radiasi yang diterima oleh stasiun di bumi, yang akan mengakhiri kondisi ketergantungan pada hidrokarbon. Selain itu, kemajuan dramatis dalam robotika dan ilmu genetik akan menyebabkan peningkatan besar dalam produktivitas tenaga kerja, pengangguran yang disebabkan oleh robot pekerja dan peningkatan yang signifikan dalam panjang umur manusia.

 

 

 

Empat Jam Di Subang Malaysia


Oleh: Mayor Pnb Taufik NC, S.T

 

“Sebuah catatan singkat pengalaman crew Skadron Udara 32 dalam misi penjemputan TKI illegal di Malaysia. Rumput Negara tidak lebih hijau dari rumput Negara kita. Cintailah Negara mu , maka Negara akan mencintaimu pula.”

 

          Tanggal 22 Desember 2014, menorehkan sejarah dalam perjalanan pengabdian kami kepada bangsa melalui TNI Angkatan Udara. Siang itu tepatnya pukul 13.30 wib, kami beserta 5 setting crew pesawat C-130 Hercules dilepas dengan upacara resmi oleh Asisten Operasi KSAU di depan VIP Room Lanud Halim Perdana Kusuma dalam rangka melaksanakan misi penjemputan TKI illegal yang berada di Malaysia. Sebuah pesan yang cukup melekat adalah bahwa kami membawa misi bangsa dan Negara untuk membawa kembali warga Negara Indonesia yang dinyatakan illegal bekerja di negeri Jiran untuk kembali ke Indonesia. Mengingat tugas ini adalah membawa nama bangsa dan Negara kami ingin melaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai tentara professional yang mempunyai jati diri. Demikian sekelumit catatan misi penjemputan TKI illegal di Malaysia menyisakan kenangan tak terlupakan bagi bangsa Indonesia serta crew yang bertugas.

 

Briefing ADO (Analisa Daerah Operasi) sebagai starting point

          Pagi hari kamis, tanggal 21 Desember 2014 kami 2 set crew, A-1310 dan A-1305, Skadron Udara 32 mengawali kegiatan dengan menerima paparan ADO dari seksi Intel Lanud Abd Saleh. Dihadiri oleh Komandan Skadron Udara 32, Letkol Pnb Reza R. R Sastranegara, bersama seluruh crew yang akan bertugas kami menerima informasi khusus yang berkaitan dengan daerah yang akan kami tuju , Sultan Abdul Aziz Shah, Subang, Malaysia sebagai tempat kita melaksanakan penjemputan saudara kita para TKI illegal. Kondisi cuaca, medan operasi, potensi ancaman dan contingency yang sekiranya penting untuk kami ketahui di paparkan dengan jelas oleh petugas. Ketahui diri sendiri, musuh dan lawanmu adalah prinsip dalam mengawali sebuah operasi bagi insan militer.

          Berkat Informasi yang telah kami dapatkan, membuat perencanaan kami yang meliputi, fuel planning, load planning, emergency action, alternate, emergency condition yang tertuang dalam Operation Risk Management Asessment dapat di antisipasi dan dijawab dengan mitigation actions yang sudah direncanakan. Salah satu alasan selanjutnya kenapa kami membawa double captain pada masing – masing pesawat ,A-1310/Mayor Pnb Subhan dan Kapten Pnb Sandy, A-1305/ Mayor Pnb A. Rohimat dan Mayor Pnb Taufik NC, adalah kami ingin menyiapkan misi ini 200 persen kesiapan dengan segala dinamika yang terjadi di lapangan.

 

Menjawab Kemampuan Rapid Global Air Mobility

          Tanggal 22 Desember 2014, setelah upacara pembukaan kami berangkat menuju Lanud Roesmin Nuryadin sebagai pangkalan aju yang terdekat dengan Pangkalan Subang dengan EET 42 menit. Keesokan harinya pada pukul 09.30 wib ,kelima pesawat C-130 Hercules dengan No reg A-1320, A-1327, A-1305, A-1326 dan A-1310 berangkat dari Lanud RSN secara beriringan separasi take off 10 menit antar pesawat menuju Pangkalan Subang. Cuaca sepanjang perjalanan cukup menantang karena sebagian besar wilayah selat Malaka tertutup oleh perawanan CB karena pengaruh EDI di wilayah Philipine dan low pressure di sebelah timur kepulauan Sumatera. Setelah menembus awan dan melaksanakan VOR DME approach run way 15 kelima pesawat akhirnya dapat landing dengan aman di Pangkalan udara Subang, dimana para TKI illegal sedang menunggu proses administrasi di kantor imigrasi Malaysia. Kami menunggu beberapa jam di ruang tunggu untuk melaksanakan ISOMA dan berbincang – bincang hangat dengan beberapa personel TUDM yang berdinas di Pangkalan Udara Subang.

          Setelah Hujan deras mengguyur Subang, selama kurang lebih selama 1 jam, seperti semua telah diatur oleh yang Maha kuasa, para TKI illegal telah siap untuk melaksanakan boarding secara tertib. Total keseluruhan personel yang kami bawa dengan 5 pesawat Hercules adalah sebanyak 562 personel. Sore itu juga kami berangkat menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdana K, yang ditempuh selama 2 jam 44 menit. Kemampuan pesawat dalam hal daya angkut, daya jelajah, dan kemampuan pesawat dalam berbagai cuaca membuat misi ini dapat dilaksanakan dengan efektif tanpa melaksanakan refuel di Subang serta tidak terkendala oleh kondisi siang malam serta cuaca. Alhasil pada pukul 20.45 wib pesawat kelima berhasil landing di Lanud Halim dengan aman dan lancar. Selanjutnya para TKI illegal secara resmi diserah terimakan dari Wadubes RI untuk Malaysia kepada Menlu dan Menaker dalam sebuah upacara resmi di depan base ops Lanud Halim Perdana Kusuma.

          Keesokan harinya, 2 pesawat Hercules (A-1305 dan A-1327) kembali mendapat kan tugas untuk menjemput TKI illegal di Subang Malaysia. Namun kali ini kami merencanakan rute dari Halim menuju Medan guna mengantarkan sebagian TKI illegal yang berasal dari daerah Medan Sekitarnya. Setelah menurunkan penumpang dan melaksanakan refuel, selanjutnya kami melanjutkan penerbangan menuju Subang. Kondisi cuaca hari itu cenderung lebih bagus bila dibandingkan misi satu sehari sebelumnya. Kurang lebih sebanyak 184 personel TKI Illegal berhasil kami bawa kembali ke Jakarta untuk selanjutnya mendapatkan pengarahan lebih lanjut dari pihak Imigrasi.

          Kemampuan Air Mobility dengan kemampuan rapid dengan radius global merupakan sebuah tuntutan angkatan udara suatu Negara saat ini. TNI Angkatan Udara harus mampu mengemban tugas Negara tidak hanya dalam wilayah territorial NKRI namun diharapakan sudah mampu menjangkau wilayah sekitar dalam lingkup regional maupun global. Oleh karenanya, kesiapan pesawat C-130 dan awak pesawat sebagai salah satu kemampuan air support yang dimiliki oleh TNI AU harus senantiasa dijaga dan dikembangkan.

 

Kehadiranmu Menumbuhkan Kembali Nasionalisme Yang Sempat Hilang

          Sedikit menarik sebuah nilai dari cerita para TKI illegal tersebut, banyak dari mereka yang meneteskan air mata saat teman- teman sesama tenaga kerja illegal dari Negara lain masih mendekam di camp penampungan karena tidak bisa kembali ke Negara masing-masing, sedangkan mereka yang dari Indonesia mendapatkan penjemputan dari TNI Angkatan Udara sebagai kepanjangan dari pemerintah Indonesia. Dibalik pelanggaran yang telah mereka perbuat, kebanggaan kami dan rasa cinta tanah air cukup terusik melihat beberapa warga Negara Indonesia yang mengadu nasib di negeri Jiran harus menerima nasib sebagai tahanan yang tidak semuanya disebabkan oleh unsur kesengajaan namun lebih kearah ketidaktahuan tentang masalah hukum. Besar harapan kita untuk menjadikan moment ini sebagai cambuk agar kita berbenah diri sehingga harkat dan martabat bangsa tidak dilecehkan di tingkat Internasional.

 

“Swadyayajnanan Anuraga Bhakti Nagara”

Sabtu, 02 Agustus 2014

The Air Vulnerability at Conflict Area

                World history has changed tragically after the downing of MH 17 by separatism group which occupied eastern part of Ukraine. It was out of our mind that traditional ground to air missile could be able to reach the moveable object at 35000 feet high. This tremendous tragedy draws so many questions among us who usually use air craft as the main mode of transportation. There are some tips that might be use full for us to face this situation as part of preventive actions that we can do.
                The first tip is always checking the airlines route that you are going to go through. Even though such kind of airline will not take a risk flying in danger area, we have to double check it using web site information. If there are some options, pick out the safest route for you. The second tip is picking out direct flight rather than connecting flight to minimize risks at transiting air port. Some flight should be stopped at designated airport for either refueling or changing airplane for the next route. Please, make sure the airport location is not in vicinity of conflicted area. The last but not least, the International civil aviation organization should issue the newest regulation for encountering new challenging threat in recent days by positively control of the air

                In conclusion, International threats always develop day by day without giving information exactly what those are going to be. It should increase our situational awareness by updating information regularly. Back to our human instinct, that human being was created to survive among other creatures in the world.