Selasa, 03 Juli 2012

BERSAMA HERKY MENYERBU DARI LANGIT……
Oleh :
(Kapten Pnb Taufik Nur Cahyanto, S.T)










“ Awan rendah dengan secercah rona sang mentari  yang mulai muncul menyinari pagi nan sunyi di daerah Dumai mendadak berubah menjadi  gemuruh suara formasi 9 pesawat Hercules yang datang secara tiba-tiba dengan menerjunkan 416 personel  Satuan Tempur Kostrad dan pasukan dallan dari paskhas TNI AU serta 9 bundles barang  berupa senjata ringan dan amunisi ”
               
                TNI Angkatan Udara kembali membuktikan dan mempertanggung jawabkan diri kepada rakyat Indonesia dengan menunjukkan kemampuan angkutan udara bergerak menuju sasaran dengan 9 pesawat C-130 Hercules guna mendukung Subkogasgab Linud yang akan menggelar Operasi Linud pada sasaran di daerah Dumai terkemas dalam Latihan Gabungan TNI 2011. Keberhasilan dalam kegiatan Latihan Gabungan kali ini merupakan tolak ukur serta parameter kesiapan personel dan alutsista TNI Angkatan Udara sebagai hasil pembinaan satuan yang telah dilaksanakan dalam kurun  waktu 1 tahun. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya kita terus berupaya mengevaluasi dan mencermati untuk menjadi lebih baik.

  Tahap Persiapan
                Kegiatan Latihan gabungan yang bertajuk LATGAB TNI 2011 diawali dengan direktif Panglima yang selanjutnya dijabarkan oleh satuan bawah dengan menganalisa tugas pokok guna mendapatkan Cara Bertindak (CB) yang paling efektif dan efisien dalam rangka mendukung tugas pokok Komando Tugas Gabungan (KOGASGAB) yang di jabat oleh Pangdiv 2 Kostrad. Dalam hal ini Dan Subkogasud yang dijabat oleh Komandan Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh , Kolonel Pnb Eko Dono Indarto, SIP segara menyiapkan Rencana Operasi yang memuat seluruh rencana pelibatan dan rencana gerak dari tiap – tiap Satlakopsud  dan Unsur – unsur yang terlibat. Setelah melalui mekanisme pengambilan keputusan dalam gladi posko yang dilaksanakan selama empat hari di Madiv 2 Kostrad, maka Unsur Angkut mempunyai tugas untuk melaksanakan operasi dukungan udara; Penerjunan satpur linud , barang dan pasukan dallan di sasaran daerah Dumai pada time over target (TOT) 06.00 WIB dilanjutkan dengan misi eselon susulan Air Landed pada jam 08.00 WIB di bandara Pinang Kampai. Berdasarkan perencanaan tersebut, Unsur Angkut menggelar latihan pendahuluan di lanud Abdul Rachman Saleh guna mencapai sasaran yang diinginkan dengan memegang teguh Safety dengan tanpa menurunkan parameter kemampuan teknis yang di miliki oleh crew maupun pesawat C-130 Hercules. Latihan formasi 9 pesawat C-130 Hercules dilaksanakan dengan sukses dan selanjutnya siap untuk menggeser peterjun dan perlengkapan operasi menuju ke pangkalan aju Lanud Halim Perdana Kusuma.

Bergerak Menuju Pangkalan Aju
                Seluruh peterjun sebanyak 416 personel on board di 9 pesawat bergerak menuju pangkalan aju, Lanud Halim Perdana Kusuma pada hari H-1. Selanjutnya kegiatan di pangkalan aju di dahului dengan Mass Brief yang dipimpin oleh Komandan Unsur Angkut yang dijabat oleh Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb M. Arifin, dengan dihadiri oleh Komandan Lanud Halim Perdana Kusuma, Dan Subkogasud, Dan Subkogasgab Linud dan seluruh personel pendukung operasi. Koordinasi akhir dalam briefing tersebut pada dasarnya dilaksanakan untuk check, re-check and final check dalam rangka memastikan seluruh personel memahami secara pasti apa , dimana dan kapan mereka berbuat tanpa ada sedikit keraguan pun. Tepat pada pukul 00:45 WIB kegiatan Serial Lead Brief dimulai. Seluruh awak pesawat dan pendukung sudah siap di Gedung Jalalludin Tantu Skadron Udara 31 untuk mendengarkan paparan dari Flight leader Herky Flight yang direncanakan akan take off pada pukul 02:54 WIB. Secara detail awak pesawat mempaparkan rencana gerak dengan segala antisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya hal –hal yang tidak diinginkan. Berbagai antisipasi disiapkan dengan prinsip bahwa misi harus dapat didukung dengan tanpa mengabaikan keselamatan terbang dan kerja.

Bulan Bersahabat Meski Awan Kurang Bersahabat
                Berdasarkan laporan petugas meteo dalam serial lead brief yang dilaksanakan pada dini hari sebelum pesawat take off menuju sasaran disampaikan bahwa cuaca cukup baik untuk mendukung kegiatan penerbangan. Dengan penuh percaya diri 9 pesawat melaksanakan start engine dalam rangkain formasi. Tanpa diduga pesawat no2 melaporkan bahwa engine no 2 negatif rotation. Dengan pertimbangan waktu yang cukup mendesak, Flight Leader langsung memerintahkan untuk peterjun geser menuju pesawat cadangan yang saat itu juga telah melaksanakan start engine secara bersama-sama. Meski Formasi flight dengan call signHerky Flight” melaksanakan take off 8 pesawat namun setelah 20 menit berikutnya 1 pesawat cadangan mampu menyusul dan bergabung memperkuat menjadi 9 pesawat. Di bawah sinaran bulan yang cukup cerah Herky Flight terus bergerak maju meski perlahan awan kurang bersahabat dengan kita. Meski leader telah berusaha mengarahkan rute yang paling efektif , efisien dan aman beberapa kali formasi flight harus berjuang di tengah kondisi perawanan yang kurang bersahabat. Perjuangan keras dalam keeping formation akhirnya dijawab dengan kilau rembulan yang muncul pada jarak kurang lebih 40 Nm dari Pekanbaru. Sinar rembulan yang merona membuat suasana menjadi sedikit tenang karena sillouet pesawat semakin jelas terlihat sehingga masing –masing pesawat dapat segera mendekat.

Merindukan pistol Sign dan Suara Kutilang
                Selama 3 jam 6 menit pesawat bergerak dengan penuh dinamika keeping track, correction time , hingga akhirnya sampai di Dropping Zone. Menjelang Point of descend kembali tidak bisa terelakkan pergerakan pesawat terhadang oleh awan rendah yang menyelimuti daerah Dumai sekitarnya. Adrenalin kembali terpacu saat menjelang Initial Point (IP) di atas kota Duri , saat leader memanggil di frekwensi Dalpur. “Kutilang 1 …Gagak 3”. Demikian leader memanggil personel Dalpur yang telah diterjunkan Hari H- 3 di daerah operasi. Beberapa kali komunikasi dengan Dalpur belum bisa terhubung, sementara kita sangat membutuhkan informasi kondisi Dropping Zone (DZ) sesegera mungkin untuk mempersiapkan penerjunan. Ketegangan tersebut akhirnya luluh ketika suara personel Dalpur muncul dengan membacakan informasi weather dan akan menembakkan pistol sign guna membantu mengarahkan pesawat. Pistol sign nampak jelas mengudara sehingga memudahkan pesawat leader menuju sasaran. Pesawat 1 dengan 9 bundles yang berisi senjata dan amunisi , Peswat 2 sampai dengan Pesawat 9 masing-masing memuat 52 peterjun dapat diterjunkan dengan aman. “Execellent centre DZ and chute opening normal , sir “ demikian personel Dalpur melaporkan kepada Flight Leader. Puji syukur akhirnya seluruh pesawat dapat melaksanakan penerjunan dengan aman dan segera kembali menuju ke Pekanbaru.

Air Landed Sebagai Eselon Susulan
                22 menit meninggalkan Drop Zone akhirnya 9 pesawat dapat landing di Pekanbaru dengan aman setelah melaksanakan Downwind recovery Run way 36. Tidak berhenti sampai dengan ini, karena sebanyak 285 pasukan Linud telah bersiap untuk digeser menuju ke daerah sasaran di bandara Pinang Kampai Dumai . Sehingga dalam waktu 45 menit setelah landing 3 pesawat C-130 Hercules harus kembali melaksanakan start engine untuk melaksanakan misi Air Landed. Berkat kesigapan lanud pendukung dan koordinasi melekat 3 pesawat C-130 dapat kembali take off sesuai dengan schedule time yang diberikan dan akhirnya kembali mendarat di Lanud Pekan baru dengan aman.

Team Work sebagai modal awal
                Keberhasilan dalam sebuah misi tidak lain adalah keberhasilan bersama team. Seluruh personel yang telah berkontribusi baik langsung maupun tidak langsung merupakan orang-orang hebat yang pantas untuk diapresiasi. Rekan-rekan dari pemeliharaan, personel pendukung dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Abdulrachman Saleh serta Pekanbaru telah bersama-sama menunjukkan dedikasi dan profesionalisme sebagai kekuatan Udara yang dapat bergerak dengan kesiapan yang maksimal. Dibalik semua kekurangan yang ada dalam latihan ini tentunya kita sama-sama berharap bahwa hari esok harus lebih baik dari hari kemarin untuk menuju The First Class Air Force.
“Swadayayajnana Anuraga Bhakti Nagara”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar