Kamis, 09 Agustus 2012


Keindahan Planet Mars
By: TNC








           

Kedaulatan udara suatu bangsa dan negara ditetapkan sebagai wilayah udara yang berada diatas wilayah daratan dan lautan yang diratifikasi sebagai wilayah kedaulatan suatu bangsa. Pasal 1 Konvensi Chicago 1944 menyebutkan bahwa setiap negara memiliki kedaulatan lengkap dan eksklusif di ruang udara yang ada di atas wilayahnya. Dengan demikian Konvensi Chicago 1944 mengakui setiap negara di dunia baik itu negara anggota maupun tidak tetap memiliki kedaulatan di ruang udara yang ada di atas wilayahnya. Sudut pandang, Visi dan konsep kedaulatan udara bagi TNI Angkatan Udara saat ini masih terbatas pada wilayah udara yang terbatas pada planet bumi yang kita huni saat ini. Pertanyaan yang timbul saat ini adalah , planet – planet selain bumi yang kita kenal sebagai tata surya itu apabila terbukti “hospitable” ( dapat ditinggali, ramah ) akankah menjadi bumi alternative bagi umat manusia di masa yang akan datang ? Berikut nukilan dari beberapa catatan perjalan para scientists yang begitu mengagumi dan bahkan mulai terpikat oleh keindahan Planet Mars.

Greg Bear, Seorang penulis buku-buku best seller Internasional ilmu pengetahuan dan fiksi “Moving Mars, Darwin’s Radio Dan Hull Zero Three”menuturkan pengalaman dan pengetahuannya tentang planet Mars yang mulai dikagumi banyak ilmuwan.

Tanah yang berwarna merah-orange terasa memantul di kulit saat pertama menginjakkan kaki di planet Mars. Menurut catatan , Planet Mars adalah planet paling ramah diantara palnet-planet dalam tata surya. Pemandangannya terkenal sangat indah bagaikan berlibur di daerah liburan yang penuh dengan warna-warna cerah. Tidak ada lautan, Namun mungkin pernah ada lautan. Ada bekas tempat yang dangkal seperti bekas lubang gunung berapi, dimana tempat yang potensial untuk extrmophiles. Extremophiles adalah bentuk-bentuk kehidupan yang menyukai wilayah yang tandus dan gundul.

Jonathan Swift berhasil mengidentifikasi 2 buah bulan yang dapat dilihat dari planet Mars. Sedangkan Giovanni Schiaparelli astronom Itali, berhasil mengidentifikasi sebuah “Channels” (Kanal). Kenyataan – kenyataan tersebut membuat kita bertanya mungkinkan suatu saat nanti manusia akan mengadakan eksodus menuju ke planet baru guna memulai kehidupan dengan habitat baru ? Namun demikian siapa kah yang akan berhak menjadi Cristopus Columbus baru yang akan memimpin ekspedisi ?. Belum lagi masalah baru pasti akan muncul, untuk membahas kedaulatan Udara dengan konsep baru. Masa depan tentang Air Power memang tidak akan pernah berhenti. Perkembangan penguasaan tehnologi akan berimbas pada kecanggihan tehnologi yang akan kembali kepada teori Invasi. Kita berharap semoga Hal tersebut dapat diantisipasi oleh Umat manusia agar tidak terjadi perang dunia terbuka.

Dengan adanya fenomena penemuan-penemuan fakta planet luar angkasa Dan perkembangan tehnologi yang berkembang dengan kemampuan menjelajah angkasa, munculah berbagai pendapat tentang kedaulatan wilayah udara secara vertical. Belum ada kesepakatan Internasional yang secara khusus Dan tegas untuk mengatur ketentuan tersebut. Berikut beberapa konsep, teori Dan pendapat dari para ahli tentang batas vertical kedaulatan wilayah Udara :

a) Beaumont Dan Shawcross yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan Negara di ruang udara adalah tidak terbatas.
b) Cooper yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di ruang udara adalah setinggi negara itu dapat menguasainya.
c) Holzendorf yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di ruang udara adalah setinggi 1000 meter yang ditarik dari permukaan bumi yang tertinggi.
d) Lee yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di ruang udara adalah sama dengan jarak tembakan meriam (canon theory).
e) Von Bar yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di ruang udara adalah 60 meter dari permukaan bumi.
f) Priyatna Abdurrasyid yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di ruang udara adalah setinggi sebuah pesawat udara konvensional sudah tidak dapat lagi melayang.

Ketiadaan Aturan Internasional tersebut membuat masing-masing Negara mendefinisikan kedaulatan Vertikal menurut pemahaman Dan kemampuan masing.

a. Amerika Serikat. Melalui Space Command menetapkan batas vertikal udara adalah 100 kilometer.
b. Australia . Di dalam Australian Space Treaty Act 1998 menetapkan batas ketinggian wilayah udaranya adalah 100 kilometer yang diukur dari permukaan laut.
c. Korea Selatan . Mengusulkan dalam sidang UNCOPUOS 2003 bahwa batas ketinggian wilayah udara adalah antara 100 sampai dengan 110 kilometer.
d. Rusia . Mengusulkan dalam sidang UNCOPUOS 1992 batas ketinggian wilayah udara adalah antara 100 sampai dengan 120 kilometer.
e. Indonesia. Pada Pasal 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan menyebutkan bahwa “Negara Kesatuan Republik Indonesia berdaulat penuh dan eksklusif atas wilayah udara Republik Indonesia”, serta pada Pasal 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara disebutkan bahwa “batas wilayah negara di darat, perairan, dasar laut dan tanah di bawahnya serta ruang udara di atasnya ditetapkan atas dasar perjanjian bilateral dan atau trilateral mengenai batas darat, batas laut, dan batas udara serta berdasarkan peraturan perundang-undangan dan hukum internasional”.
Mengenai batas wilayah di darat maupun di laut hampir sebagian besar telah dilakukan oleh negara Indonesia dengan negara-negara tetangga, tetapi tentang batas wilayah di udara secara vertikal belum ada baik itu dalam ketentuan hukum nasional maupun dalam perjanjian antar negara tetangga.
Pada Pasal 6 ayat 1 Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pengelolaan Ruang Udara Nasional menyebutkan sebagai berikut : “Batas vertikal pengelolaan ruang udara nasional sampai ketinggian 110 (seratus sepuluh) kilometer dari konfiguarsi permukaan bumi”.
Dengan demikian dapat terlihat adanya ketidak seragaman konsep di antara para sarjana terkemuka ataupun oleh negara-negara dalam menentukan batas ketinggian wilayah
udara yang dapat dimiliki oleh suatu negara bawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar