Selasa, 04 Desember 2012

 Belajar Dari Chinese People Liberation Army-Air Force Selama 3 Jam
By: TNC

             Selasa, 4 Desember 2012 , Sebanyak 49 perwira senior Chinese PLA-AF dengan pimpinan rombongan wakil kepala staf yang berpangkat bintang dua bertandang ke Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta. Hari itu saya berkesempatan mendampingi dan menjadi perwira yang bertugas untuk memberikan presentasi tentang Wing dik Terbang Lanud Adisujipto.

            Meski relatif singkat saya berbaur dengan mereka, namun sungguh takjub saya mendapatkan nilai-nilai yang sangat berharga. Di tengah keterbatasan language barrier diantara kami namun dengan segala upaya bahasa jiwa dan bahasa tubuh, kami pun dapat menjalin komunikasi dengan baek.

            Pada umumnya tidak banyak orang china yang bisa berbahasa inggris. Mereka lebih bangga menggunakan bahasa mereka sendiri dengan segala entitas bangsa sebagai bangsa dengan peradaban dunia tertua.

1.      High Curiosity.
Sebagai kesan pertama saya terhadap personel PLA-AF tersebut adalah tingkat keingin tahuan yang sangat tinggi. Mereka menanyakan semua hal yang bisa ditanyakan. Mereka bertanya mulai dari ujung sepatu sampai dengan bentuk cukuran kita. Tidak berhenti sampai di situ, mereka juga selalu suka menggunakan kata-kata “Why”. Kenapa begini, kenapa begitu, kenapa tidak begini, kenapa tidak begitu. Alih-alih saya sempat beberapa kali kebingungan menjawabnya.

2.      Imitating Principe.
Kalau anda melihat segala produk China ada di seluruh penjuru dunia dengan ilmu contekannya yang lihai inilah jawabannya. Menurut pandangan pribadi saya, mereka mempunyai prinsip “imitating better than inventing”. Iya nggak sech??? Sekarang barang apa sech yang tidak ada merek China nya. Blackberry China, Motor China dll. Rasionaliatas nya adalah penemuan membutuhkan biaya research and development yang cukup tinggi. Sedangkan tiruan cukup mudah untuk dilakukan dengan ide yang sudah ada. Jadi sewaktu mereka bertanya dan menfoto semua yang bisa di foto , meyakinkan saya bahwa itulah prinsip yang mereka miliki. Dari 49 orang hampir tidak saya jumpai yang tidak bawa kamera….( narsis kaleeee).

3.      Kerja Keras.
Dari cara bicara Dan bertanya dapat disimpulkan bahwa mereka suka bekerja keras dalam hidup. Bila ingin bertanya mereka tidak segan menarik penerjemah untuk membantu bertanya. Pada saat yang bersamaan temen yang lainnya juga menarik si penerjemah yang untuk geser ke tempat lain. Alhasil si penerjemah jadi bahan tarik-tarikan…kwakk.kwakkk.kwakk..

4.      Nasionalisme Dan Patriotisme.
 Hal lain yang membuat saya cukup terkesima, mereka memberondong pertanyaan tentang nasionalisme Dan metode penanaman yang ada di tempat kita. Mereka sedang berjuang keras untuk tetap mempertahankan rasa cinta tanah air. Bukti lain bahwa mereka bener-bener tunduk Dan patuh pada negara bila telah menjadi anggota tentara. Masuk tentara adalah menyerahkan jiwa Dan raga untuk bangsa Dan negara.


Demikian kiranya nilai yang saya dapatkan selama kurang lebih selama 3 jam berjumpa dengan tentara Chinese Liberation People Army-Air Force, Semoga dapat menggugah semangat kita untuk berbuat yang lebih baek..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar