Rabu, 31 Juli 2013

32 Tahun Pengabdian Skadron Udara 32


32 Tahun Pengabdian Skadron Udara 32
Oleh : TNC






“Look like a truck and fly like cadillac”

            Genap 32 tahun sejak Skadron ini berdiri, begitu banyak kiprah dan bhakti yang telah dilaksananakan. Sekelumit perjalanan pengabdian ini akan sedikit kita kupas untuk kembali mengenang cikal bakal sebuah Skadron Udara  yang mempunyai tugas pokok sebagai skadron angkut berat yang mengoperasikan pesawat C-130 Hercules B/H/BT. Pada bulan Juli ini, keluarga besar Skadron Udara 32 kembali memperingati hari jadi ke 32 semenjak diaktifkan kembali pada tahun 1981. Pada angka cantik hari kelahiran ini, kita bersama tidak ingin melewatkan moment tanpa adanya perbaikan dan intropeksi pelaksaanaan tugas kedepan.
            Berawal dari nama besar “Hercules son of Zeus “ anggota Skadron Udara berusaha untuk melaksanakan setiap tugas yang diberikan, mengarungi luasnya langit demi kejayaan bangsa dan negara. Skadron ini merupakan salah satu satuan operasional di bawah jajaran Wing 2 Lanud Abdulrachman saleh yang terletak di antara pegunungan Arjuna dan Semeru. Kondisi geografis pegunungan telah mempengaruhi mental jiwa juang dan militansi personel untuk mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas. Dalam tulisan singkat ini akan kita ulas tentang Sejarah berdirinya Skadron Udara 32, kemampuan-kemampuan tehnis , tantangan tugas ke depan dan peran dalam lingkup Regional, Nasional dan Internasional.
           
Sejarah Berdirinya Skadron Udara 32

            Kisah cerita berawal dari pembentukan Skadron Udara 32 Linud Berat pada tahun 1965  dengan dasar Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara Nomor 50 tanggal 20 Juli 1965. Pada waktu itu Skadron Udara 32 merupakan Skadron Angkut Berat dengan kekuatan awal 6 pesawat AN-12B Antonov buatan Russia. Skadron Udara 32 berada di bawah jajaran Komando Operasi, yang berkedudukan di Pangkalan Udara Husein Sastranegara. Selama perjalanannya permasalahan politik bangsa dan negara menyebabkan kesiapan pesawat ini turun cukup drastis sehingga pimpinan AURI harus mengambil langkah likuidasi pada tahun 1974.
            Sejarah selanjutnya mencatat perjalanan panjang likuidasi serta pengaktifan kembali  Skadron Udara 32 yang berkedudukan di Lanud Abdulrachman Saleh Malang dan diresmikan oleh KSAU pada tanggal 11 Juli 1981 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor Kep/21/V/1981 tanggal 20 Mei 1981. Sehingga semenjak saat itulah 11 Juli dijadikan sebagai hari Jadi Skadron Udara 32 yang selalu diperingati sebagai bentuk rasa syukur sekaligus intropeksi diri terhadap segala bentuk feed back  pelaksaanaan tugas yang telah diemban.
            Dengan dasar semboyan “Swadyayajnana Anuraga Bhakti Nagara” yang mempunyai arti giat berlatih demi kejayaan bangsa dan negara, Skadron ini selanjutnya mendedikasikan seluruh waktu kemampuan dan pengabdiannya untuk misi operasi baik militer maupun misi kemanusiaan dalam sebuah kata-kata singkat yang tertuliskan dalam badge coverall yang setiap hari dipakai oleh seluruh anggota. Any time Any where lebih kearah realita lapangan yang selalu menunjukkan tingkat mobilitas kekuatan udara yang tak lekang oleh waktu. Hampir bisa dipastikan seluruh pergerakan mobility capabilities unsur kekuatan militer tidak pernah terlepas dari kehadiran pesawat Hercules sebagai tulang punggung jembatan udara.

Kemampuan-kemampuan Skadron Udara 32

            “Rapid global mobility is the backbone for sustained combat operations” ( US Air Force Air Mobility doctrine). Kemampuan mobilitas udara merupakan kemampuan pokok yang menjadi faktor utama dalam konsep air power. Lebih jauh lagi sesuai dengan konsep “The Air Mobility Triad” yang mendefinisikan Air mobility sebagai sebuah system yang mengkombinasikan airlift, air refueling dan asset-aset air mobility support yang terintegrasi dengan baik. Skadron Udara 32 pada dasarnya mempunyai ketiga kemampuan tersebut. Sehingga sudah barang tentu tingkat mobilitas dan dinamika Skadron  ini sangatlah tinggi.
            Dengan kesiapan pesawat Hercules type B/H dan BT, Skadron Udara 32 siap melaksanakan misi operasi militer baik untuk perang maupun selain perang sesuai dengan doktrin Swa Buwana Paksa. Mulai dari kemampuan pergeseran personel maupun logistic yang dapat di terjunkan maupun didaratkan sampai dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat – pesawat  tempur sebagai ujung tombak kekuatan deterrent effect.

            Tercatat kemampuan-kemampuan tehnis yang dimiliki Skadron Udara 32 dalam mendukung operasi udara adalah sebagai berikut :

1.    Pernerjunan Personel
2.    Penerjunan Barang
a.      CDS (Container Delivery System)
b.      Helly Box
c.      LLFCD (Low Level Free Cargo Drop)
d.      RDO ( Rubber Duck Operation)
3.    Air Landed
4.    TMC (Tehnologi Modifikasi Cuaca) / Hujan Buatan
5.    Search and Rescue (SAR) terbatas
6.    Air to Air Refueling

Tantangan Tugas kedepan

            Pada peringatan hari jadi pada tanggal 11 Juli 2013 ini, kami menyadari bahwa tantangan kedepan tidaklah ringan bahkan semakin berat di hadapkan dengan  perkembangan tehnologi dan trend konflik horizontal yang merupakan ciri khas asymmetric warfare. Kesiapan pesawat dan kesiapan personel merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa kita pisahkan dalam mewujudkan kesiapan operasional sebuah skadron udara.
            Pesawat C-130 Hercules sebagai tulang punggung kekuatan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRCPB) berperan sebagai alutsista pokok pendukung air mobility dalam proses penanggulangan bencana. Kemampuan pergeseran baik personel maupun logistik dalam jumlah besar dengan efektifitas waktu yang tinggi hanyalah menggunakan moda pesawat. Terbukti pada sejumlah bencana yang terjadi di seluruh penjuru tanah air , pesawat Herky Skadron Udara 32 tidak pernah absent dari peran operasi tersebut. Selain dari pada itu tuntutan kemampuan penggelaran kekuatan pada dua spot yang berbeda dengan jumlah kekuatan yang sama dengan waktu yang bersamaan pula, merupakan tantangan yang harus mampu dijawab oleh kesiapan Skadron Udara 32 yang mengoperasikan pesawat Hercules. Kebutuhan jumlah pesawat sudah barang tentu telah di perhitungkan dan direncanakan oleh satuan atas yang mempunyai kebijakan dan strategic planning. Namun demikian menjaga kesiapan pesawat dan menjaga kesiapan operasional personel merupakan tugas pokok Skadron Udara 32. Sehingga kerja keras dengan ketulusan pengabdian merupakan modal dasar sebagai prajurit TNI Angkatan Udara yang  ditempatkan di Skadron Udara 32.

Regional, Nasional Dan Internasional       

            Pada kondisi damai, peran Skadron Udara 32 dalam operasi kemanusiaan dan dukungan tidak bisa dipandang sebelah mata.  Karena setiap pergerakan pesawat ini selalu menempatkan tugas sebagai prioritas dalam membawa misi setingkat regional, nasional dan Internasional. Pada saat pesawat ini mendukung bantuan sosial di wilayah Nangroe Aceh Darusalam pasca tsunami, gempa bumi Yogyakarta, Banjir di Sulawesi, mereka menjunjung tinggi tugas dalam skala nasional.  Di kala membawa bantuan Sosial ke Lebanon, Philipine, Myanmar dan Australia mereka menjunjng tinggi tugas dalam skala Internasional dimana membawa misi Negara dan Bangsa. Begitu banyak kontribusi tersebut membuat kita kaya akan pengalaman dan matang dalam mengambil keputusan.
            Pada akhirnya, semua kontribusi dan kompleksitas peran Skadron Udara 32 dalam segala level tersebut bermuara pada sebuah statement conclusion bahwa negara perlu mengambil kebijakan perlu tidaknya menambah dan mendukung kesiapan pesawat C-130 Hercules secara serius sebagai kekuatan alutsista udara yang mempunyai multi role. Berbekal pesawat C-130 Hercules yang handal, dengan tangan trampil enginer dan ground crew yang selalu menjaga nya untuk tetap mengudara, Skadron Udara 32 akan selalu jaya di udara untuk mengemban tugas mulia. Dirgahayu Skadron Udara 32….”Aku bangga menjadi bagian darimu.

“Swadyayajnana Anuraga Bhakti Nagara.”
           




1 komentar: