Senin, 02 Desember 2013

Membangun Organisasi Perang Dengan Pendidikan

Membangun Organisasi Perang Dengan Pendidikan
Oleh: TNC

“Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam melahirkan sumber daya manusia yang merupakan faktor utama penentu warna dan kemajuan sebuah organisasi perang.”

            Profesi pengajar dan pendidik merupakan profesi luhur yang begitu indah. Indah untuk mendapatkan pahala dunia dan akherat dengan amal jariyah ilmu yang bermanfaat, serta indah untuk memberi warna generasi penerus yang pembaharu dalam organisasi kedepan.  Selama dua tahun berdinas berdinas di lembaga pendidikan banyak sekali point of interest yang dapat saya cermati untuk dikembangkan menjadi sebuah kajian menarik dalam mewujudkan konsep pendidikan kedepan yang lebih baik.
            Pola pendidikan dalam lingkungan militer mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak dapat disamakan dengan pola pendidikan non militer. Pendekatan tugas pengabdian yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok memerlukan indoktrinasi yang menggabungkan beberapa basic knowledge dalam sebuah pola pendidikan yang terpadu. Mengingat pentingnya sebuah lembaga pendidikan dalam keberlangsungan organisasi kedepan, perlu kita bahas pemahaman prinsip – prinsip yang mungkin masih belum kita perhatikan secara seksama dalam pola pendidikan militer kita.

Pentingnya Sebuah Kegiatan Rekrutmen
            Berbicara mengenai proses pendidikan tidak bisa terlepas dari bahan dasar dan proses. Sebagai ilustrasi, guna memperoleh hasil sajian yang istimewa, seorang master chef membutuhkan bahan dasar masakan yang istimewa. Cara memperoleh bahan dasar masakan tersebut pun juga tidak bisa dilaksanakan dengan asal asalan. Mereka akan menyeleksi sayuran yang berkualitas dengan tingkat keseriusan yang tinggi sehingga mendapatkan jenis sayuran yang dapat diolah dengan mudah dan menghasilkan masakan yang istimewa.             Demikian halnya dalam proses perekrutan calon prajurit TNI. Manakala sebuah proses perekrutan dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip transparansi dan akuntabilitas, maka sudah barang tentu akan menghasilkan sumber daya manusia yang handal dalam mengawaki organisasi kedepan.
            Pembentukan tim seleksi independence langsung dibawah Kepala Staf merupakan salah satu opsi dalam rangka menunjukkan komitmen dan keseriusan organisasi dalam menyiapkan generasi pembaharu yang berkualitas. Terjun langsung ke masyarakat, guna mendapatkan Soedirman kecil yang mungkin masih bertebaran di pelosok tanah air.
            Terlebih apabila prinsip transparansi hasil test diterapkan sebagai fungsi check and balance sudah barang tentu organisasi akan menuai hasilnya di kemudian hari. Panitia pun akan enggan untuk bermain api bila hasil dapat di akses oleh semua peserta. Semua peserta berhak menjadi pengawas system seleksi yang bersih jujur dan transparan.
Selanjutnya sebagai bentuk preventif sekaligus represif,  pemberian sangsi  tegas terhadap adanya pelanggaran segala bentuk gratifikasi, dan kecurangan dalam proses seleksi akan menghambat proses pembentukan organisasi perang monarkhi yang perekrutan personelnya berdasarkan unsur kekerabatan dan kedekatan.

Lemdik Tempat Berkumpulnya Personel Terbaik
            Setelah proses untuk mendapatkan input kita perbaiki, maka input yang berkualitas akan kita dapatkan. Sehingga simultan dengan perbaikan proses tersebut, harus kita wujudkan impian lembaga pendidikan sebagai centre of excellent, dimana siswa akan melihat dan belajar dari personel-personel organisasi yang berkualitas serta memiliki dedikasi, integritas yang tinggi untuk organisasi.
            Guna mendapatkan tenaga pendidik yang berkualitas maka penempatan personel di lembaga pendidikan harus melalui seleksi yang seksama. Banyak referensi pendidikan militer, baik di dalam maupun di luar negeri yang mewajibkan lulusan terbaik dalam sebuah kursus atau sekolah untuk menjadi pengajar dalam waktu yang singkat pada almamaternya tersebut. Namun demikian kompensasi / reward yang diberikan kepada personel tersebut, juga harus diperhatikan oleh organisasi.
            Demikian coretanku di hari libur ini, semoga bermanfaat bagi diriku untuk menjaga konsistensi dan syukur-syukur dapat bermanfaat bagi orang lain yang membacanya.


“ Mencintai tempat kita bekerja sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah dengan berbuat bukan menghujat “

1 komentar: